MODLINENEWS.COM, MINUT- Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menjadi kepala daerah yang dilibatkan dalam riset nasional bertema Representasi Politik di Indonesia yang digelar Indikator Politik Indonesia.
Wawancara dilakukan di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2026), sebagai bagian dari pengumpulan pandangan para pemimpin daerah pasca pilkada.
Penelitian tersebut ditujukan untuk memetakan karakter kepemimpinan daerah sekaligus membaca arah tata kelola pemerintahan pada periode baru.
Keterlibatan Joune Ganda dinilai memiliki relevansi strategis karena selain memimpin Minahasa Utara, ia juga menjalankan peran sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang merepresentasikan perspektif pemerintah kabupaten di berbagai wilayah Indonesia.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Abdul Aziz, menjelaskan riset tersebut menjangkau sekitar 300 kepala daerah yang terpilih untuk masa jabatan 2025–2030.
Kajian ini tidak hanya menyoroti profil kepemimpinan, tetapi juga latar sosial-ekonomi hingga cara pandang para pemimpin daerah terhadap perkembangan demokrasi.
Dalam wawancara itu, Joune Ganda menekankan ukuran keberhasilan seorang kepala daerah tidak berhenti pada kemenangan politik.
Menurutnya, legitimasi sesungguhnya dibangun melalui kemampuan menghadirkan kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia menilai fase setelah kontestasi politik justru menjadi periode paling menentukan karena pemerintah daerah dituntut memulihkan dan memperkuat kepercayaan publik.
Joune menegaskan, tata kelola yang terbuka dan pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat menjadi fondasi penting agar kebijakan daerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan warga.
Riset nasional ini juga mencakup sejumlah isu lain yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas pemerintahan daerah, mulai dari representasi gender dalam birokrasi, efektivitas kebijakan publik, hingga pola hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
Hasil kajian tersebut direncanakan menjadi bahan evaluasi dan masukan strategis bagi penguatan demokrasi serta percepatan pembangunan di Indonesia.
(joyke).
