Kemenpar Geser Investasi Pariwisata Dari Bali Ke Likupang Minahasa Utara.

JAKARTA,MODLINENEWS.COM,MINUT- Kementrian Pariwisata (Kemenpar) di bawah Menpar Widiyanti Putri Wardhana tak main-main. Arah kebijakan investasi pariwisata nasional digeser agresif. Tujuannya satu, pecah konsentrasi modal di Bali dan ciptakan episentrum pertumbuhan baru di daerah.

Data jadi alasannya. Dari 15,39 juta wisman ke Indonesia, hampir 7 juta numpuk di Bali. Akibatnya Canggu, Seminyak, Uluwatu, Ubud sudah over. Sementara surga lain di Indonesia masih tidur.

“Potensi Indonesia jauh lebih luas dari Bali. Akselerasi di luar Bali agenda mutlak. Pakai blueprint jangka panjang, bukan proyek mercusuar,” tegas Menpar Widiyanti.

Dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas DPP, sorotan paling panas jatuh ke Likupang, Minahasa Utara. Sebagai 1 dari 5 Destinasi Super Prioritas DSP dan KEK Likupang, kawasan ini sekarang jadi laboratorium pemerataan investasi.

Yang dulu dibilang “tertinggal” dari Bali, Borobudur, Labuan Bajo, sekarang dihajar investor global:

  1. Club Med Masuk, Stempel validasi kelas dunia. Resort premium ini pilih Likupang karena laut Maluku dan Gunung Klabat sama dengan paket lengkap.
  2. Marriott Hotel Buka Koridor, Akomodasi internasional mulai berjejer. Artinya pasar percaya Likupang punya daya beli dan daya tarik.
  3. Nilai Jual Tak Terbantahkan, Pantai, bawah laut, ekologi pesisir. Semua masih perawan dibanding Bali yang sudah padat beton.

Kehadiran hotel bintang 5 ini bukti sahih di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, SE.MAP.MM.MSi dan Wabup Kevin William Lotulung, SH. MH, Minut mampu bersaing. Duet kepala daerah milenial ini berhasil buka pintu investor ke Likupang.

Kemenpar nggak cuma jualan destinasi. Plt Deputi Industri dan Investasi Rizki Handayani bilang semua masukan pelaku usaha dipakai untuk reformasi regulasi. Targetnya, investasi lebih hijau, inklusif, nggak merusak.

Di sisi digital, Kemenpar gebuk OTA nakal. Sistem verifikasi API diterapkan. Semua platform online wajib jual properti berizin resmi. Nggak ada lagi homestay ilegal numpang viral.

“Pertumbuhan pariwisata ke depan tidak boleh sentralistik. Harus merata, berkelanjutan, dan bikin warga sekitar naik kelas ekonominya,” tutup Rizki.

Likupang Minut sekarang jadi barometer. Kalau KEK ini tancap gas, artinya blueprint Kemenpar jalan. Bali boleh jadi ikon, tapi masa depan pariwisata Indonesia ada di 10 DPP, dan Likupang Minut ada di barisan paling depan.

(joyke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *