MINUT, MODLINENEWS.COM- Di tengah keterbatasan dana akibat efisiensi anggaran 2025-2026, semangat gotong royong warga yang dimotori camat dan hukum tua yang inovatif menjadi solusi perbaikan infrastruktur jalan.
Seperti dilakukan Camat Likupang Barat Maykel Parengkuan bersama Pemerintah dan Masyarakat Desa Paputungan melakukan kerja bakti penambalan jalan berlubang di wilayah tersebut.
Semangat gotong royong ini menjadi bukti inovasi seorang Camat dan Hukum Tua bersama masyarakat dalam menyiasati situasi keterbatasan anggaran agar jalan berlobang dapat diperbaiki dan mobilitas ekonomi tetap berjalan.
Perlu diketahui, pemotongan dana transfer dari Pemerintah Pusat saat ini mengalami pemangkasan senilai Rp184 miliar untuk tahun 2026.
Ditengah keterbatasan anggaran semua Pimpinan OPD termasuk Camat dituntut inovatif dan adaptif dalam memberikan pelayanan publik serta menggerakkan pembangunan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Utara Jorry Tintingon menjelaskan bahwa, pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat mencapai lebih dari Rp 184 miliar, sehingga sejumlah program infrastruktur terpaksa ditunda. Termasuk pembangunan jalan.
‘’Pemotongan dana dari pusat memang mengakibatkan ada beberapa ruas jalan yang batal diperbaiki. Semua tahu pemotongan itu mencapai lebih dari Rp 184 miliar,” ujarnya.
Tintingon menambahkan, ruas jalan tersebut akan kembali diusulkan pada perencanaan anggaran berikutnya.
” Jadi alurnya melalui Musrenbang dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk menyepakati program prioritas. Proses ini melibatkan usulan kebutuhan nyata warga, penyelarasan, dan verifikasi oleh Pemkab melalui Bappeda guna memastikan kesesuaian anggaran sebelum disetujui,” ungkap Tintingon.
Pada kesempatan tersebut, Dinas PUPR sangat mengapresiasi atas upaya gotong royong yang sudah dilakukan Camat bersama Pemerintah dan Masyarakat Desa Paputungan.
Setelah melewati usulan Musrenbang, Dinas PUPR akan memasukkan perbaikan jalan tersebut dalam prioritas pembangunan tahun 2027.
(joyke)
