MINUT, MODLINENEWS.COM- Fasilitas umum dan bangunan warga di berbagai wilayah mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada Kamis pagi (2/4/2026) pagi hari.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis BPBD Minahasa Utara, kerusakan tercatat pada rumah ibadah, sekolah, hingga fasilitas kesehatan di beberapa kecamatan.
Di sektor tempat ibadah, kerusakan dilaporkan terjadi pada plafon gereja di Desa Kalinaun (Likupang Timur) serta Gereja GMIM Syalom di Dimembe.
Selain itu, Gereja GMIM Sion di Tumaluntung juga mengalami kerusakan pada bagian plafon.
Sementara itu, fasilitas pendidikan turut terdampak. Gedung SD Inpres Kaleosan dan SMP Negeri 3 Satap Kalawat dilaporkan mengalami kerusakan pada bangunan mereka.
Kerusakan cukup signifikan juga terjadi pada fasilitas kesehatan.
UPTD Puskesmas Talawaan mengalami beberapa kerusakan, mulai dari plafon ruang tunggu UGD, dapur, hingga jendela dan gedung umum.
Kerusakan juga ditemukan di beberapa puskesmas pembantu (pustu) dan bangunan lainnya, seperti dinding retak di Puskesmas Pulisan, Pustu Maliambao, serta rumah dinas Puskesmas Tinongko.
Bahkan, di Desa Kahuku, penahan plafon puskesmas dilaporkan terlepas akibat guncangan.
Di permukiman, satu rumah warga di Tumaluntung mengalami kerusakan pada bagian atap dan dapur.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa.
“Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan dan langkah penanganan lanjutan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Minahasa Utara, Theodore Lumingkewas.
Berikut rincian dampak kerusakan:
Kecamatan Likupang Timur
Desa Kalinaun: Kerusakan plafon Gereja GMAHK
Desa Kahuku: Penahan plafon Puskesmas terlepas
Desa Pulisan: Dinding Puskesmas retak
Kecamatan Dimembe
Desa Dimembe: Kerusakan plafon Gereja GMIM
Kecamatan Kalawat
Kelurahan Kalawat:
Kerusakan Gedung SD Inpres Kaleosan
Kerusakan Gedung SMP N 3 Satap Kalawat
Kecamatan Talawaan
Desa Talawaan:
Plafon ruang tunggu UGD rusak
Plafon dapur rusak
Jendela rusak
Kecamatan Kauditan
Desa Tumaluntung:
Kerusakan atap dan dapur rumah warga (Kel. Pinariya-Denti)
Kerusakan plafon Gereja GMIM Sion
Desa Kauditan I:
Retak pada ruang poli umum, laboratorium, laktasi, poli prioritas, ruang gizi, dan gudang apotek (Puskesmas Kauditan)
Kecamatan Kema
Desa Kema:
Lantai tegel Puskesmas pecah
Evakuasi pasien dan petugas saat gempa
Kecamatan Likupang Barat
Desa Maliambao:
Dinding Pustu retak
Kecamatan Wori
Desa Tinongko:
Dinding rumah dinas puskesmas retak.
Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda meminta masyarakat tetap tenang dan jangan panik tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG.
” Kami memahami situasi ini mencemaskan, namun kepanikan hanya akan memicu tindakan yang tidak rasional dan membahayakan diri sendiri,” kata Bupati Dr. Joune Ganda.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat, seperti kerusakan bangunan atau adanya korban, kepada pihak kepolisian atau aparat terdekat agar dapat ditangani dengan cepat. Layanan darurat juga telah disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
(joyke)
