MINUT, MODLINENEWS.COM- Gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Minahasa Utara masih sulit dicari. Kelangkaan tak kunjung reda. Harga melambung.
Di tingkat pengecer, gas dijual Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung. Jauh dari harga eceran tertinggi. Warga menjerit. Subsidi negara jadi percuma.
Anggota DPRD Minahasa Utara Anthoni Pusung geram. Masalah kelangkaan terjadi juga di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan.
Masyarakat datang mengeluh ke anggota DPRD Minahasa Utara asal Desa Tumaluntung tersebut.
Hingga kini, distribusi belum juga normal. Masyarakat terus menjadi korban.
“Kelangkaan ini merata. Dugaan kami ada permainan nakal di tingkat pangkalan dan warung pengecer,” kata Pusung Minggu (5/4/2026)
Menurutnya, pangkalan tidak menyalurkan gas kepada masyarakat sesuai kuota, melainkan menjualnya ke warung atau pengecer dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Lebih parah lagi, pangkalan gas LPG 3 kg tidak menggunakan KTP dan KK dalam transaksi penjualan.
” Dugaan kami Ini dilakukan karna hanya mengejar keuntungan pribadi dimana pangkalan menjual kewarung atau pengecer. Ini merupakan pelanggaran berat terhadap aturan pemerintah dan Pertamina,” kata Pusung.
Dijelaskannya, pangkalan wajib menggunakan KTP/KK untuk verifikasi NIK agar subsidi tepat sasaran.
Ia meminta pangkalan yang kedapatan menjual gas 3 kg tanpa meminta KTP/KK tentu harus ditindak tegas, termasuk penutupan pangkalan.
(joyke)
