Modlinenews.com, Minut- Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat yang tenang berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga kecil di Desa Tumaluntung, Jaga 1, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Di tengah kepungan si jago merah yang melalap habis rumah mereka, terselip sebuah kisah kepahlawanan yang luar biasa dari seorang bocah berusia 6 tahun.
Kejadian menegangkan ini terjadi pada Rabu malam (sekitar pukul 22.11 WITA). Saat rumah mereka mendadak terbakar di tengah malam ketika orang tua mereka sedang keluar, sang kakak, Asencio Tuwaidan (6), dihadapkan pada situasi hidup dan mati.
Di dalam kamar, adiknya, Adriella Tuwaidan (5), sedang terlelap tidur tanpa tahu bahaya besar yang mengancam nyawa mereka.
Tanpa rasa takut dan mengabaikan rasa paniknya, Asencio bertindak cepat.
Dengan sisa tenaga anak seusianya, ia berjuang menyelamatkan sang adik tercinta dari kobaran api yang mulai membesar dan melalap bangunan rumah.
Berkat keberanian luar biasa dari bocah berusia enam tahun ini, nyawa Adriella berhasil diselamatkan sebelum api menghanguskan seluruh isi rumah.
Mendengar suara kepanikan warga, Pemerintah Desa Tumaluntung yang dipimpin langsung oleh Hukum Tua Bapak Richard Kamagi, SH, bersama perangkat desa dan masyarakat sekitar, langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Sambil berjibaku menyiram sisa api dengan peralatan seadanya, mereka juga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa Utara.
Respons cepat ditunjukkan oleh tim Damkar Minut yang langsung menerjunkan 2 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian untuk menjinakkan api dan melakukan pendinginan agar tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Menanggapi insiden ini, Hukum Tua Richard Kamagi menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan himbauan keras kepada seluruh masyarakat.
Ia mengingatkan agar peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua.
”Jangan sekali-kali meninggalkan anak kecil sendirian di rumah tanpa ada pengawasan orang tua,” tegas Richard Kamagi di lokasi kejadian.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah kondisi cuaca ekstrem dan panas berkepanjangan saat ini, potensi pemicu kebakaran semakin tinggi dan berbahaya. Kewaspadaan ekstra dari seluruh warga kini menjadi hal yang mutlak demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Meskipun bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, berkat aksi heroik sang kakak kerugian materiil yang dialami keluarga ini tergolong sangat besar.
Rumah tempat mereka bernaung kini habis terbakar. Tiada lagi harta benda yang tersisa, selain dinding gosong, reruntuhan kayu yang menjadi arang, serta seng yang berserakan.
Kisah Asencio Tuwaidan kini menjadi teladan mengharukan tentang cinta seorang kakak yang rela menantang bahaya demi melindungi adiknya.
Di balik puing-puing sisa kebakaran di Desa Tumaluntung malam itu, tersimpan sebuah kisah kepahlawanan murni dari hati seorang anak kecil yang begitu tulus.
(joyke)
