Bupati Joune Ganda Apresiasi Tiga Putra-Putri Minut yang Ikuti Program Pendidikan Internasional

MINUT MODLINENEWS – Bupati Kabupaten Minahasa Utara, DR. Joune Ganda, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada tiga putra-putri daerah yang berhasil mendapatkan kesempatan mengikuti program pendidikan dan pelatihan di tingkat internasional.

Ketiganya berasal dari latar belakang berbeda, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) dan akademisi muda, yang dinilai mampu membuktikan bahwa sumber daya manusia (SDM) Minahasa Utara siap bersaing secara global.

Menurut Joune Ganda, keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan besar bagi daerah sekaligus bukti nyata kualitas SDM lokal.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tentu sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh kepada putra-putri daerah yang berprestasi dan mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri. Ini merupakan bagian penting dari upaya pengembangan SDM di daerah,” ujarnya didampingi Kepala Inspektorat Stephen Tuwaidan dan Kepala Dinas Pendidikan Jofieta Supit.

Bupati juga berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya.

Selain menimba ilmu, mereka diharapkan mampu membawa nama baik daerah serta kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Minahasa Utara.

Harapan ini disampaikan agar ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan untuk kemajuan daerah di berbagai sektor.

Salah satu peserta yang berprestasi adalah Andris Xaverius Tombeng, guru di SMP Negeri 2 Kalawat.

Ia terpilih mengikuti Program of Chinese Medicine di Jiangxi University of Chinese Medicine, Tiongkok, yang merupakan kerja sama universitas tersebut dengan Nalanda College of Indonesia dalam program sarjana.

Melalui program ini, Andris akan mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok yang memiliki sejarah panjang dan diakui dunia kesehatan.

Selain Andris, Rinny Lumente, pemudi asal Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, juga berhasil mengharumkan nama daerah.

Rinny, yang merupakan akademisi muda dan guru pendamping di SMP Negeri 3 Likupang Timur serta pembina di Yayasan No-Trash Triangle Initiative (NTTI), menjadi pemenang dan utusan Minut dalam Open Innovation Competition for Local Youth Climate Action Fund.

Sebagai bagian dari program tersebut, ia akan mengikuti pendidikan lanjutan di Wuhu Vocational and Technical University, China.

Sementara itu, Natalia Supit, S.Pd., M.M., atau akrab disapa Cindy Supit, ASN di Dinas Pendidikan Minahasa Utara yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kurikulum, terpilih mengikuti program English Language Training for Officials Programme (ELTO) Intake 64 di Selandia Baru.

Program yang diselenggarakan Pemerintah Selandia Baru ini akan dilaksanakan secara hybrid mulai Juli 2026 hingga Februari 2027, dengan pelatihan tatap muka di Wellington pada Agustus hingga November 2026, dan seluruh biaya ditanggung pemerintah negara tersebut.

Bupati Joune Ganda berharap keberhasilan ketiga putra-putri Minahasa Utara ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berani bersaing di tingkat internasional.

“Ini adalah kebanggaan bagi daerah. Saya berharap setelah menempuh pendidikan dan pelatihan di luar negeri, mereka dapat kembali membawa ilmu dan pengalaman untuk kemajuan Minahasa Utara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *