Modlinenews.com, Minut- Marsela Mercy Jefita Ticoalu, anak muda dari Desa Werot yang turut mencalonkan diri sebagai bakal calon Hukum Tua dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak 2026.
Kehadiran Marsela. M.J.Ticoalu dari kalangan muda atau gen z, dalam kontestasi pemilihan kepala desa atau Hukum Tua menunjukkan tingginya kepedulian generasi penerus terhadap pembangunan desa.
Kepemimpinan desa saat ini membutuhkan inovasi, transparansi, dan digitalisasi, yang semuanya merupakan kekuatan utama dari Generasi Z (Gen Z).
Maju dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) atau Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan lagi sekadar urusan tokoh senior.
Saat ini, anak muda memiliki peluang besar untuk membawa perubahan nyata langsung untuk pembangunan dan kemajuan desa.
” Tujuan saya maju, hanya untuk membangun desa dan mensejahterakan masyarakat desa Werot,” kata Marsela yang saat ini baru berumur 29 tahun.
Menurutnya, Desa Werot dikenal sebagai Desa Agrowisata (Desa Buah) yang perlu kita kembangkan.
” Desa Werot, tanahnya subur dan menghasilkan berbagai buah unggulan seperti durian, manggis, dan rambutan,” ungkapnya
Selain itu masyarakat desa Werot sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian di sektor pertanian, dengan komoditas unggulan seperti tanaman pangan dan hortikultura.
Menurutnya, bilamana potensi produk pertanian lokal yang dipadukan dengan agrowisata, maka desa Werot semakin dikenal dan masyarakatnya sejahterah.
Sementara itu oleh warga, Perempuan Kelahiran Desa Werot tahun 1997 memiliki gagasan segar, inovasi digital, serta semangat transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa.
Ia mengajak, pendukungnya menjelang Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) untuk tetap menjaga kedamaian, keamanan, ketertiban desa.
Menurutnya, Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) adalah sebuah momentum untuk menentukan arah pembangunan dan kemajuan desa Werot tercinta ke depan.
” Oleh karena itu, saya mengajak dan mengimbau seluruh pendukung saya untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian desa,” katanya
” Pilihan boleh berbeda, namun persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan sebagai sesama warga desa harus tetap menjadi yang utama. Jangan biarkan politik memecah belah hubungan kekeluargaan kita,” pintanya.
Ia meminta pendukungnya untuk menyukseskan pilhut yang damai.
(joyke)
