MODLINENEWS.COM, MINUT- Musim kemarau panjang yang terjadi saat ini, menyebabkan Petani jagung di Minahasa Utara, mulai mengalami gagal panen dan kerugian jutaan rupiah.
Salah satu petani asal Minahasa Utara Welly Haribas dengan raut wajah sedih kepada media ini, Rabu (19/8/2026) mengatakan tanaman jagung menguning dan layu sebelum waktunya karena kekurangan air.
Menurutnya, cuaca panas membuat tanaman jagung tumbuh kecil dan tidak berisi.
Hasil panen jagung merosot lebih dari 50% dan merugikan petani hingga jutaan rupiah.
Ia mengatakan biaya operasional seperti traktor dan pupuk tidak sebanding dengan hasil panen yang rusak.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Arly Dondokambey meminta pemerintah agar segera menyalurkan bantuan bagi petani yang mengalami gagal panen akibat dampak musim kemarau dan ancaman kekeringan.
Ia mengatakan laporan mengenai dampak kekeringan mulai diterima dari sejumlah wilayah kecamatan.
Menurutnya, petani saat ini mengharapkan ada bantuan pemerintah terkait distribusi mesin pompa air, pipa, dan pembuatan sumur bor untuk menyelamatkan lahan yang belum sepenuhnya kering.
” Bantuan ini diberikan untuk khusus petani yang terdampak. Petani juga mengharapkan adanya bantuan bibit dan pupuk agar petani bisa kembali menyiapkan masa tanam berikutnya,” pintanya
Dikatakannya, bantuan ini sangat meringankan beban biaya petani yang merugi akibat puso atau kekeringan.
(joyke)
